Beda programmer sarjana ama programmer otodidak
Monday, May 14th, 2007Ga perlu heran lagi klo d Indonesia banyak sarjana IT. Hal ini dikarenakan oleh banyaknya perguruan tinggi yang menawarkan jurusan IT. Tentu saja perkembangan IT menjadi alasan dan tuntutan utama dalam dunia pendidikan. Tapi apakah kita menyadari bahwa tidak sedikit pula para programmer yang tidak memiliki latar belakang dunia pendidikan IT. Lantas, dimanakah perbedaan mereka?
Jelas, perbedaan adalah terletak pada gelar yang mereka miliki. Seorang programmer yang memiliki latar belakang IT tentulah memiliki gelar Sarjana Komputer. Sedangkan para programmer otodidak tidak memiliki gelar tersebut. Selain itu, perbedaan terletak pada pengetahuan dasar. Seorang programmer sarjana tentu memiliki dasar algoritma dan teori yang baik. Sedangkan programmer otodidak tidak mempelajari teori, melainkan praktek.
Jika kita perhatikan, tidak sedikit pula programmer sarjana yang kalah dengan programmer otodidak. Misalnya, seorang programmer sarjana yang memahami konsep dan teori namun lemah dalam implementasinya. Sedangkan programmer otodidak tidak memahami konsep dan teorinya, namun mereka lebih memahami implementasinya. Lalu siapakah yang patut disalahkan atas kelemahan - kelemahan para programmer yang sarjana? Instistusi pendidikan atau sang programmer itu sendiri? Apabila perusahaan kita berada pada posisi yang harus memilih antara programmer otodidak dan programmer sarjana, manakah yang lebih baik dipilih mengingat masing - masing programmer memiliki kelemahan dan kelebihan yang berbeda satu sama lain.