Open up
Saturday, May 14th, 2005Well… everything is over now…. Smuanya uda pergi.. I have no one here to cover me =) Smuanya udah pergi.. Temen²ku smua meninggalkanku tanpa alasan yang jelas. Hidup alone!!!!
Sebenernya udah sejak 3tahun yg lalu smua udah jadi makin ga berarti buatku. Sejak pertama kalinya aku tau tentang penyakit yg divoniskan buatku… Sejak dokter bilang "2 tahun lagi mungkin kau sudah pergi, tapi berdoalah dan berobatlah, keajaiban mungkin kan datang". Saat 3 tahun yang lalu kukatakan "ginjalku tinggal satu", dia tiba² pergi meninggalkanku… Berbagai perasaan bergejolak saat itu.. Senang, sedih, haru, malu, dan putus asa. Saat aku membutuhkannya, dia pergi tanpa sepatah katapun. Dia hanya meninggalkan pesan SMS "maaf, aku pergi jauh. ini semua demi kebaikan kita, semoga bahagia. With Luv, Andy". Oh God!!! Aku masih ingat kata² itu sampai sekarang. Dia pergi, dengan alasan untuk mendapatkan gelar dokternya di Belanda. DIa pergi, saat aku sekarat, merintih, dan putus asa. Saat aku ga tau, apa yang harus kulakukan, dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tiap malam, selama 3 minggu aku di RS, aku cuman bisa nangis dan nangis. Orangtuaku selalu sibuk, hanya 2 orang perawat dan 1 dokter spesialis yang menjagaku…..
Setelah hampir 1 tahun berlalu, aku mulai membuka ruang hatiku kembali. Kubiarkan seseorang datang mengisi celah di hatiku dan menutup luka² di hatiku. Dia lah orang yang selama 3 bulan bisa menerima keadaanku, hingga akhirnya dia merasa berat untuk melangkah lagi ke depan, dan dia memutuskan untuk pergi….
Sejak itu… 18 Juni 2003, aku memutuskan untuk hidup seorang diri, tanpa siapapun. Kututup rapat² ruang hatiku, agar aku tak mengulangi kesalahan yang sama. Suatu hari seorang temanku, Sofie, mengajakku mengikuti Bali Blessing tiap Kamis di Grha Bethany. Mungkin itu awal kebahagiaanku, kehidupanku.. Secara fisik aku semakin lemah, tapi lambat laun aku merasa ada pelepasan disana. Semua bebanku terasa hilang. kepergian orang² yang kusayangi, penyakitku, dan phobia yg menyerangku dapat kuatasi dengan baik, bahkan sangat baik. Hingga November 2004, aku merasa lega karena aku terbebas dari ancaman maut. Aku tau Tuhan tlah menolongku. Sejak itu aku lepas dari kehidupan² lamaku. No drugs, no Smoking… Aku mengikuti pelayanan dengan sangat baik, hingga saat itu………… seseorang yang mengaku sbg pelayan Tuhan mulai meracuniku dengan hal² yang bertentangan dengan perintah² Tuhan, dan dia mulai meyakinkanku untuk melakukan penyembuhan. "aku sudah sembuh, Tuhan sudah melawatku, aku sudah sembuh, aku sudah ga sakit", itu yg kukatakan. Tapi ia mengatakan "mana mungkin kau bisa hidup dengan 1 ginjal, sementara kau hanya berharap Tuhan menolongmu, tapi kau tak melakukan apapun?". Oh my God! Memang aku ga pernah melakukan apapun selain berdoa dan melayaniNya.. Saat itu, aku mulai mencoba mengenal "Tuhan" yang lain. Disitulah setan menghampiriku. *Oh Tuhan betapa lemahnya iman hambaMu ini*. Aku mulai mengenal gereja setan (meskipun aku tetap mengikuti Bethany & Katolik), dimana mereka berpesta, menyembah dan mengagungkan Lucifer. Mereka juga menentang adanya Tuhan Yesus Kristus. Entah mengapa aku terseret… Apakah itu cara setan menyeretku? Melalui seorang pria lugu yang terlihat religius…. Setan juga menyeretku dengan platform² "Pengobatan Alternatif". Setelah februari 2005 aku kembali "parah" dan rawat inap lagi di Jakarta, Tuhan kembali mencoba melawatku, tapi pemberontakan dariku begitu besar, hingga akhirnya aku menjadi seorang yang putus asa, dan memikul beban berat. Masa itu adalah masa terberat dalam hidup, dimana ujian yg harus kulewati begitu besar, dan taruhannya adalah nyawaku.
Suatu hari, setelah 2 hari setelah aku di Jakarta (6 Mei 2005), itu adalah hari pertamaku tinggal bersama keluarga angkatku, dimana ibu dan kakak² ku adalah pelayan² Tuhan yang sangat fanatik. Disana Tuhan selalu mencoba melawatku. Dari sana, aku dipaksa mengikuti acara² gereja, hingga akhirnya kuasa Allah benar² melawatku seketika. Aku tersungkur dan mohon ampun atas segala dosa yang telah kulakukan. Sekarang, meski aku tau usiaku tak lama lagi, tapi aku tetap bekerja, kuliah dan melayani Tuhan. Hidupku ada di tanganNya, selamanya aku kan memuji dan menyembahNya……… AMENNNNN.. ^^